Semakin Dewasa Semakin Tak Berani Bermimpi atau Hanya Ingin Realistis Saja?

Juni 22, 2020





Ngomongin tentang mimpi, harapan, dan cita-cita bagi anak anak kecil adalah sesuatu yang indah memukau yang mereka bisa imajinasikan dengan apa saja.

Tapi bagi orang dewasa yang sudah mengalami banyak pengalaman ini itu, yang mindsetnya sudah terkontaminasi oleh berbagai sudut pandang, menganganggap mimpi hanyalah harapan yang mungkin bisa diwujudkan mungkin tidak, bukan sesuatu wah dan muluk-muluk, lebih cenderung ke mimpi yang realistis aja. Terjebak realitas katanya, tak perlu mimpi terlalu jauh di awang-awang.

Aku sendiri merasa seperti itu. Ketika SD ditanya apa mimpimu, harapanmu? Aku bisa jawab a,b,c,d. Tapi sekarang? Bingung, i dont know hahaha

Semakin dewasa, kita telah banyak mengalami kekecewaan, sakit hati, kegagalan. Dan akhirnya semua pengalaman itu membuat kita berpikir realistis sajalah atau tak berani bermimpi?

Kita nggak mau berharap muluk-muluk karena kalau realita tidak sesuai kenyataan itu jatuhnya sakit. Akhirnya aku mengerti manusia selalu berusaha menghindar dari rasa sakit. Tapi bukankah rasa sakit itu yang mendewasakan kita? Seberapa pinternya kamu menghindar dari rasa sakit, kamu pasti akan selalu menemuinya. Yang penting kan bagaimana kita bisa sabar dan bangkit dari rasa sakit yang kita terima.

So?
Gak salahnya bermimpi tinggi karena everything is possible, di dunia ini gak ada yang gak mungkin. Gunakan pengalaman, pelajaran yang kamu dapatkan untuk membuat mimpi-mimpi jadi nyata. Kalaupun mimpimu belum tercapai, setidaknya kamu mengerti artinya berjuang dan akan selalu berjuang. Karena poin yang sebenarnya itu tentang perjuangan menggapai harapan-harapan itu.

Realitis saja tidak cukup. Dalam hidup kamu butuh sedikit sentuhan imajinasi. Karena berawal dari sedikit imajinasilah hal - hal luar biasa bisa terjadi.

You Might Also Like

0 komentar